Desa Wisata Paranggupito

Desa Wisata Paranggupito : Pantai Sembukan

Desa Wisata Paranggupito terletak di Desa Paranggupito, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.  Potensi yang ada di Desa Paranggupito yaitu keindahan alam, seni, dan budaya. Dalam pengembangan Desa Wisata dibantu oleh Pokdarwis yang ada di Desa Paranggupito, mereka membantu dalam pengelolaan, perawatan, serta pemasaran Desa Wisata. Atraksi wisata yang disediakan di Desa Wisata yaitu Pantai Sembukan, Pembuatan Gula Jawa, Pentas Seni Karawitan Yoga Laras.

PANTAI SEMBUKAN

Pantai sembukan diyakini memiliki hubungan paling erat dengan legenda kerajaan lelembut di Laut Selatan. Pantai berupa teluk kecil berpasir putih yang diapit gugusan karang di Dusun Sembukan, Desa Paranggupito ini secara tradisional dipilih sebagai lokasi beragam ritual terkait legenda tersebut.

Dulu, ritual biasanya dipimpin bangsawan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan melibatkan masyarakat setempat, tokoh spiritual dan Pemkab Wonogiri. Ritual paling kolosal yakni labuhan agung atau tetedhakan yang digelar setahun sekali di Bulan Sura (Muharam). Labuhan agung adalah upacara penghanyutan berbagai sesaji seperti kepala sapi/kerbau dan aneka hasil panen ke tengah laut. Sesaji itu merupakan wujud rasa syukur warga atas rezeki yang telah diterima selama setahun.

PROSES PENGEMBANGAN

Awalnya hanya berupa wisata pantai, namun dengan adanya tradisi kebudayaan masyarakat Desa Paranggupito diserahkan sepenuhnya kepada Pemkab Wonogiri dan dijadikan agenda wisata. Namun sejak tahun 2010 pelaksanaannya diserahkan pada pemerintah desa yang dibantu oleh Pokdarwis dalam membantu pengelolaan, pengembangan, perawat serta pemasaran Desa Wisata Paranggupito.

Dalam pengembangan desa wisata Paranggupito, Pokdarwis memiliki ide-ide dalam pengembangan desa wisata yaitu dengan mengangkat potensi yang ada antara lain dengan memilih wisata edukasi pembuatan gula jawa di desa wisata paranggupito. Selain itu juga ada pementasan seni karawitan Yoga Laras yang dimainkan oleh anak-anak yang ada di Desa Paranggupito, yang kemudian wisatawan juga bisa belajar membuat gula jawa dan berlatih bermain gamelan disana. 

Selain itu, dalam pengembangan Desa Wisata tentunya memiliki kendala dalam pengembangannya, dari salah satu anggota Pokdarwis mengatakan bahwa kendala dalam pengembangan desa wisata yaitu dalam SDM nya, dimana ada beberapa masyarakat yang tidak bisa ikut serta berperan aktif dalm pengembangan desa wisata. Sebagian dari masyarakat hanya masih di zona nyaman atau hanya ikut-ikutan saja. Hal tersebut menjadi kendala dalam pengembangan desa wisata.

MARKETING

Dalam mempromosikan tempat wisata, Pokdarwis memanfaatkan media sosial dalam mempromosikan Desa Wisata Paranggupito yaitu dengan menggunakan Instagram. Mereka melakukannya dengan Privat Chat bagi wisatawan yang ingin bertanya terkait dengan Desa Wisata. Selain menggunakan media sosial, dalam mempromosikan mereka juga menggunakan brosur yang kemudian untuk disebar ke masyarakat.


Notriska Karumetta Hapsari

Rimanto

Komentar